Memahami Mpox: Penyakit, Gejala, dan Pencegahan

Monkeypox, adalah penyakit zoonotik yang disebabkan oleh virus monkeypox, satu keluarga dengan virus cacar (smallpox) dan termasuk dalam keluarga Poxviridae. Walaupun jarang berlaku, kes Mpox semakin meningkat di beberapa kawasan di seluruh dunia. Artikel ini akan membincangkan tentang sejarah Mpox itu sendiri,  gejala, cara rawatan, langkah pencegahan penyakit ini dan juga beberapa contoh realistis skenario dari virus Mpox beserta deskripsinya.


## Apa Itu Mpox?

Monkeypox, sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, adalah infeksi virus yang tersebar melalui kontak langsung dengan haiwan yang dijangkiti atau manusia yang terjejas. Berbagai spesies hewan telah diidentifikasi rentan terhadap virus cacar monyet. Ini termasuk tupai tali, tupai pohon, tikus Gambia berkantung, tikus dormice, primata non-manusia dan spesies lainnya.  Masih terdapat ketidakpastian mengenai sejarah alami virus cacar monyet dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi reservoir yang tepat dan bagaimana sirkulasi virus dipertahankan.

## Sejarah Mpox

Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1958 dan biasanya terjadi di beberapa wilayah Afrika Tengah dan Barat tepatnya di Republik Demokratik Kongo dimana manusia untuk pertama kali dijangkiti pada tahun 1970 pada seorang anak laki laki berusia 9 bulan. Sejak saat itu, sebagian besar kasus telah dilaporkan di daerah pedesaan, hutan hujan di Cekungan Kongo, khususnya di Republik Demokratik Kongo, dan kasus pada manusia semakin banyak dilaporkan di seluruh Afrika bagian tengah dan barat.


## Gejala Mpox

Gejala mpox mirip dengan cacar, tetapi biasanya lebih ringan. Gejala Monkeypox biasanya muncul dalam masa 7 hingga 14 hari selepas terdedah kepada virus. Beberapa gejala umum meliputi:

1. Ruam : 
Muncul sebagai bercak merah yang kemudian menjadi gelembung berisi cairan.
2. Demam : 
Penderita sering mengalami demam tinggi.
3. Sakit kepala: 
Pesakit juga mungkin mengalami sakit kepala yang teruk.
4. Lemah badan dan lesu: 
Pesakit sering merasa sangat lemah dan letih.
5. Nyeri Otot : 
Rasa sakit pada otot bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
6. Kelelahan : 
Penderita merasa lelah dan kurang energi.
7. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening : 
Kelenjar getah bening di sekitar area yang terinfeksi dapat membengkak.

8. Ruam kulit: 
Selepas beberapa hari, ruam muncul, biasanya bermula di muka dan merebak ke bahagian badan yang lain. Ruam ini berubah menjadi pustul yang boleh menyebabkan parut.

9. Kelenjar limfa bengkak: 
Satu ciri unik Mpox berbanding cacar adalah pembengkakan kelenjar limfa.

Gejala berupa ruam terdampak pada bagian tubuh mana pun, termasuk:
  • alat kelamin
  • area di sekitar anus dan bokong
  • di dalam mulut
  • wajah
  • tangan dan lengan
  • kaki dan tangan.

## Pencegahan Mpox

Untuk mencegah penularan mpox, beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:

1. Vaksinasi :
Vaksin cacar dapat memberikan perlindungan terhadap mpox.
2. Hygiene yang Baik :
Mencuci tangan secara teratur dan menjaga kebersihan lingkungan.
3. Menghindari Kontak : 
Menghindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala mpox.

## Cara Rawatan Mpox

Walaupun tiada rawatan khusus untuk Mpox, rawatan simptomatik boleh membantu meringankan gejala, ini termasuk :

1. Pengurusan Demam dan Sakit: Menggunakan ubat seperti paracetamol untuk mengurangkan demam dan sakit.

2. Penghidratan: 
Pesakit digalakkan untuk minum banyak air untuk mencegah dehidrasi.

3. Rawatan Sekunder : 
Jika terdapat jangkitan sekunder pada kulit atau organ lain, antibiotik mungkin diperlukan.

## Contoh realistis skenario virus Mpox beserta deskripsinya:

1. Skenario Penularan di Wilayah Pedesaan Afrika Tengah

Deskripsi : 
Di sebuah desa pedalaman di Afrika Tengah, seorang pria berusia 35 tahun bekerja di hutan sebagai pemburu satwa liar. Setelah berburu primata yang terinfeksi, ia terpapar virus Mpox melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh hewan tersebut. Beberapa hari setelah terpapar, pria ini mulai mengalami demam tinggi, nyeri otot, dan sakit kepala parah. Tak lama kemudian, ruam khas mulai muncul, dimulai dari wajahnya, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Penularan dari manusia ke manusia kemudian terjadi melalui kontak dekat dengan anggota keluarga dan komunitas, yang menyebabkan munculnya wabah kecil di desa tersebut.

2. Skenario Penularan di Kota Besar dengan Kontak Internasional. 

Deskripsi : 
Seorang pelancong internasional kembali ke negaranya setelah mengunjungi daerah endemik di Afrika. Tanpa menyadarinya, ia telah terinfeksi virus Mpox selama perjalanan. Saat kembali ke kota besar di Eropa, ia mengalami gejala awal seperti demam, lelah, dan ruam yang diabaikan sebagai masalah kulit ringan. Pelancong tersebut menghadiri beberapa acara sosial, di mana kontak fisik dekat terjadi dengan teman-temannya. Dalam beberapa minggu, beberapa orang yang berinteraksi dengan pelancong tersebut mulai menunjukkan gejala serupa, menyebabkan kekhawatiran otoritas kesehatan setempat tentang potensi wabah yang lebih luas.

3. Skenario Penularan Melalui Kontak Seksual di Lingkungan Urban. 

Deskripsi : 
Dalam komunitas urban yang padat, terjadi wabah kecil virus Mpox yang terkait dengan kontak seksual. Seorang pria berusia 29 tahun yang terlibat dalam hubungan seksual dengan beberapa pasangan mendapati dirinya terinfeksi virus setelah melakukan kontak dengan seseorang yang tanpa disadari telah terpapar virus. Virus Mpox dapat menular melalui cairan tubuh, termasuk selama kontak seksual. Dalam waktu singkat, ruam muncul di area genital dan menyebar ke bagian tubuh lain. Karena stigma sosial dan kurangnya pemahaman awal, banyak orang yang terinfeksi tidak segera mencari perawatan medis, yang menyebabkan penularan lebih lanjut dalam komunitas ini sebelum wabah akhirnya terkontrol.

## Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa monkeypox dan mpox adalah sama. Pergantian nama penyakit yang semula Monkeypox menjadi mpox di istiharkan oleh badan induk kesehatan sedunia (WHO) pada 28 November 2022. Adapaun perubahan ini adalah untuk menghindari rasisme dan stigmasisasi.

Mpox adalah penyakit yang perlu diperhatikan, terutama di daerah di mana infeksi ini lebih umum. Dengan memahami gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan, kita dapat melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita. Jika Anda mengalami gejala mpox atau terpapar orang yang terinfeksi, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Soalan lazim

1. Adakah mpox berkaitan dengan cacar?
Virus mpox tergolong dalam keluarga virus yang sama dengan cacar, tetapi ia adalah penyakit yang berbeza.

2. Bolehkah haiwan peliharaan menjangkiti atau dijangkiti mpox?
Walaupun jarang berlaku, beberapa haiwan mamalia boleh dijangkiti mpox. Namun, risiko penularan antara manusia dan haiwan peliharaan dianggap rendah.

3. Berapa lama seseorang yang dijangkiti mpox boleh menyebarkan virus?
Seseorang yang dijangkiti boleh menyebarkan virus dari masa gejala bermula sehingga semua ruam telah sembuh dan lapisan kulit baru telah terbentuk.

4. Adakah mpox boleh tersebar melalui udara?
Mpox tidak mudah tersebar melalui udara seperti COVID-19. Ia memerlukan kontak rapat yang lebih lama untuk penularan.

5. Apakah perbezaan antara mpox dan cacar air?
Walaupun kedua-duanya menyebabkan ruam, mpox dan cacar air disebabkan oleh virus yang berbeza dan mempunyai ciri-ciri klinikal yang berbeza.

6. Bolehkah seseorang dijangkiti mpox lebih dari sekali?
Walaupun jarang, terdapat kemungkinan untuk dijangkiti semula, terutamanya jika sistem imun seseorang lemah.

7. Adakah wanita hamil berisiko lebih tinggi jika dijangkiti mpox?
Wanita hamil mungkin menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk komplikasi jika dijangkiti mpox.

8. Adakah terdapat komplikasi jangka panjang dari jangkitan mpox?
Kebanyakan orang pulih sepenuhnya, tetapi dalam kes yang jarang berlaku, komplikasi seperti parut kulit atau kerosakan mata boleh berlaku.

9. Bagaimana mpox berbeza dari wabak sebelumnya?
Wabak mpox terkini menunjukkan corak penularan yang berbeza berbanding wabak sebelumnya, dengan lebih banyak kes di luar kawasan endemik Afrika.

10. Berapa lama tempoh pengeraman mpox?
Tempoh pengeraman biasanya antara 6 hingga 13 hari, tetapi boleh berkisar dari 5 hingga 21 hari.

11. Adakah mpox boleh dirawat?
Kebanyakan kes mpox sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Rawatan biasanya bertujuan untuk mengurangkan gejala.

12. Adakah vaksin untuk mpox?
Ya, terdapat vaksin yang boleh digunakan untuk mencegah jangkitan mpox, walaupun ketersediaannya mungkin terhad.

13. Siapa yang berisiko tinggi untuk mpox?
Orang yang mempunyai kontak rapat dengan individu yang dijangkiti mpox berisiko tinggi.

Reference :

1. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mpox

2. https://theeditor.id/gejalampox

3. https://beritaenam.com/tag/pencegaha nmpox

4. Percakapan dengan asisten AI mengenai referensi artikel. Diakses pada 10 Sept.  2024.

5. https://www.betterhealth.vic.gov.au mpox-indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.  
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

For commercial use or licensing inquiries, please contact :
e-mail : pocketrocketman80@gmail.com
or :
https://wa.me/60165463037text=salam%20dan%20selamat%20datang!%20memahami%20mpox%20penyakit%20gejala%20dan%20pencegahan




Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENANGANI BULI DALAM RUANG MAYA